Kamis, 25 Agustus 2011

...Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku...

Jika datang malaikat Izrail menyampaikan sehelai surat
dari Allah yang menetapkan bahwa Ramadhan tahun ini
adalah Ramadhan terakhirku...

Maut akan menjemputku...
Maut akan menyelimuti jasad & jiwaku...
Maut akan menghentikan semua langkah hidupku...

Jika saja Izrail benar-benar datang membawa surat itu...

Aku yakin semangatku akan terpacu menuju puncak gairah ibadah yang dasyat
Aku tidak lagi berminat mengisi malam-malam dengan nyenyaknya tidur
Aku akan tidur hanya sejenak sebagai syarat untuk bisa menunaikan tahajud

Pada malam-malam Ramadhan...
Aku sibukkan diri dengan tarawih, bertahajud
Di siang-siang Ramadhan...
Aku tidak akan pernah lagi mengeluhkan beratnya puasa

Aku akan isi detik-detik sisa usia dengan alunan dzikir
Aku akan alunkan Kalamullah
Aku renungi setiap ayat-Nya
Aku infakkan semua yang bisa kuinfakkan
Aku siap membantu siapa pun yang membutuhkan bantuanku
Aku tidak akan menyibukkan diri dengan aktifitas yang tidak bernilai di hadapan Allah
Sedetikpun tidak ada waktuku yang terlewatkan dari
kebaikan, ibadah, dan dzikir kepada-Nya...

Itu bayanganku, bagaimana dengan kamu...?



taken from the back cover of 
"Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku..." (Ahmad Rifa'i Rif'an)
Di penghujung Ramadhan 1432H

Jumat, 29 Juli 2011

Marhaban Ya Ramadhan

Tak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Sya'ban.
Dan dalam beberapa hari kedepan, kita sudah memasuki bulan Ramadhan.

Bulan yang selalu ditunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Bulan yang penuh berkah.
Bulan dimana nafas menjadi tasbih, tidur menjadi ibadah, & bulan dimana doa-doa kita diijabah.
Bulan yang di awalnya adalah rahmat, ditengahnya adalah pengampunan & di akhirnya adalah pembebasan dari neraka.

Terima kasih ya Rabb, Engkau sampaikan umurku pada Ramadhan tahun ini.
Semoga segalanya menjadi lebih baik, Engkau berkahi kami semua...
Engkau kabulkan apa yang kami pinta, Engkau ampunkan segala dosa...

Marhaban Ya Ramadhan...
Untuk semua teman & sahabat...dengan segala kerendahan hati...
"Mohon maaf lahir & batin atas segala kesalahan..."




Di Penghujung Sya'ban...Juli ' 29 ' 2011
" semoga di bulan Ramadhan ini, Allah berkenan mengabulkan apa yang kita inginkan. Amiiin...."

Minggu, 10 Juli 2011

Sahabat..(2)

Sahabat, maafkan aku...
Bila aku tak bisa merangkai banyak kata untuk mengurai dukamu
Tak tahu harus dengan kata-kata apa agar bisa menghiburmu
Tak tahu harus bagaimana agar bisa menghapus air matamu...

Yang bisa kulakukan hanya memelukmu, menepuk pundakmu
Berusaha menguatkanmu...
Sahabat, kuingin kau tahu
Kusediakan waktuku bila kau ingin berbagi cerita denganku
Kusiapkan pundakku, bila kau ingin menangis di bahuku
Meski kuhanya diam mendengarkanmu,
Kuingin kau tahu bahwa aku akan selalu ada untukmu...

Sahabat,
Adalah hal terindah dalam hidupku
Bisa memilikimu sebagai sahabatku...



...untuk semua sahabatku,
special for Leniawati & Dewi Rasmalawati...
(...semoga sabar, tabah, kuat , & selalu ikhlas...)

Kamis, 07 Juli 2011

Pesan Kecil...

...Jangan pernah merasa pintar
Jangan pernah merasa paling berharga
Jangan pernah merasa pandai,
Biarkan saja orang lain yang menilai...
Karena, memiliki perasaan seperti itu bisa membuatmu terlena, membuatmu menjadi sombong, angkuh & menganggap remeh orang lain.

Dan,ketika melakukan apapun..jangan pernah berharap pada manusia & jangan ingin serba sempurna.
Karena, akan mudah sekali membuatmu jengkel, uring-uringan, & tidak bahagia.

Lebih baik selalu milikilah ILMU PADI...
Semakin berisi akan semakin merunduk
Jadi, semakin banyak ilmu yang kamu miliki, maka semakin rendah hatilah....





Juli 07'2011
..untuk diri sendiri,
ketika merasa kecil....

Sabtu, 02 Juli 2011

Reog...

Reog..adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.
Dalam pertunjukan, Reog ditampilkan sebagai topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa. 




Hmm...ternyata ga harus pulang ke Jawa Timur, atau ke Ponorogo untuk menikmati Reog. Disinipun ada, di Cileungsi. :-)
Menghadiri khitanan anaknya seorang teman, eh tenyata acara hiburannya reog. Waktunya pun pas, pas baru datang pas reognya baru mulai.
Rasanya seperti berada di kampung halaman, mendengarkan musiknya, melihat tariannya.
Meski agak sedikit takut, aku tetap mencoba menikmatinya, lumayanlah sedikit mengobati kangen pengen pulang kampung...

Reog adalah perpaduan tari dan musik yang khas, sangat dinamis. Meski kadang agak sedikit mistis.


Terima kasih mba Yuni, sudah menghadirkan Reog di tengah-tengah masyarakat yang mungkin belum pernah melihatnya secara langsung.
Terima kasih, sudah membuat kami merasa terhibur....
Terima kasih juga, hmmm makanannya lumayan enak. hehehe...




























Juli 02' 2011
...melihat Reog..live... :-)

Selasa, 28 Juni 2011

Sendiri...

Sendiri...bukan berarti sepi
Sendiri...juga bukan berarti sunyi
Masih banyak yang bisa kau lakukan di kala sendiri
Banyak waktu yang bisa kau luangkan untuk teman & sahabat
Banyak cinta & kasih sayang yang bisa kau curahkan untuk keluarga

Kadang dalam kesendirian tersimpan sejuta kedamaian
Ada banyak keindahan,
Ada banyak ruang yang bisa dimanfaatkan
Meski sendiri, harus lebih banyak hal-hal baik yang dihasilkan

Tapi,jangan sampai kau terjebak dalam kesendirian
Jangan sampai sendiri ini merenggut waktumu
Jangan sampai sendiri ini... membunuhmu....




Menjelang akhir Juni 2011,
...di dalam kamarku...sendirian...

Kamis, 02 Juni 2011

Senyum...

Dia memang hanya segaris lengkung di bibir. Tidak diperlukan banyak tenaga untuk melakukannya. Tidak diperlukan banyak urat untuk menariknya.
Tapi, bila kamu melakukannya dengan tulus & ikhlas...sungguh sangat dasyat dampak yang ditimbulkannya.

Senyum bisa menyiratkan sejuta makna.
  • Bisa menandakan kamu seorang yang rendah hati & ramah.
  • Bisa meredam hati yang sedang marah.
  • Bisa juga membuat hati yang gundah menjadi ceria, merubah perasaan yang tak nyaman kembali menjadi lega.
  • Ketika kamu bertemu seseorang & tak sempat bertegur sapa, cukuplah senyum sebagai pertanda sua.
  • Dan yang lebih penting, Senyum adalah sedekah yang tanpa biaya.

Tersenyumlah meski saat sedih sekalipun. Karena dengan begitu akan terurai sedikit bebanmu, dan hidupmu akan terasa lebih ringan.

Jadi mulai sekarang SENYUMLAH, selain membuat hidupmu lebih indah ,
kamu juga akan mendapatkan pahala.  :-)




Awal Juni 2011,
...disudut kamarku, mencoba untuk tersenyum...